Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.
Secara umum, keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah:
1. Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
2. Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
3. Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
4. “Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi)
5. Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)
6. Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)
7. Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
Indikasi pemberian obat melalui jalur intravena antara lain:
1. Pada seseorang dengan penyakit berat, pemberian obat melalui intravena langsung masuk ke dalam jalur peredaran darah. Misalnya pada kasus infeksi bakteri dalam peredaran darah (sepsis). Sehingga memberikan keuntungan lebih dibandingkan memberikan obat oral. Namun sering terjadi, meskipun pemberian antibiotika intravena hanya diindikasikan pada infeksi serius, rumah sakit memberikan antibiotika jenis ini tanpa melihat derajat infeksi. Antibiotika oral (dimakan biasa melalui mulut) pada kebanyakan pasien dirawat di RS dengan infeksi bakteri, sama efektifnya dengan antibiotika intravena, dan lebih menguntungkan dari segi kemudahan administrasi RS, biaya perawatan, dan lamanya perawatan.
2. Obat tersebut memiliki bioavailabilitas oral (efektivitas dalam darah jika dimasukkan melalui mulut) yang terbatas. Atau hanya tersedia dalam sediaan intravena (sebagai obat suntik). Misalnya antibiotika golongan aminoglikosida yang susunan kimiawinya “polications” dan sangat polar, sehingga tidak dapat diserap melalui jalur gastrointestinal (di usus hingga sampai masuk ke dalam darah). Maka harus dimasukkan ke dalam pembuluh darah langsung.
3. Pasien tidak dapat minum obat karena muntah, atau memang tidak dapat menelan obat (ada sumbatan di saluran cerna atas). Pada keadaan seperti ini, perlu dipertimbangkan pemberian melalui jalur lain seperti rektal (anus), sublingual (di bawah lidah), subkutan (di bawah kulit), dan intramuskular (disuntikkan di otot).
4. Kesadaran menurun dan berisiko terjadi aspirasi (tersedak—obat masuk ke pernapasan), sehingga pemberian melalui jalur lain dipertimbangkan.
5. Kadar puncak obat dalam darah perlu segera dicapai, sehingga diberikan melalui injeksi bolus (suntikan langsung ke pembuluh balik/vena). Peningkatan cepat konsentrasi obat dalam darah tercapai. Misalnya pada orang yang mengalami hipoglikemia berat dan mengancam nyawa, pada penderita diabetes mellitus. Alasan ini juga sering digunakan untuk pemberian antibiotika melalui infus/suntikan, namun perlu diingat bahwa banyak antibiotika memiliki bioavalaibilitas oral yang baik, dan mampu mencapai kadar adekuat dalam darah untuk membunuh bakteri.
Indikasi Pemasangan Infus melalui Jalur Pembuluh Darah Vena (Peripheral Venous Cannulation)
1. Pemberian cairan intravena (intravenous fluids).
2. Pemberian nutrisi parenteral (langsung masuk ke dalam darah) dalam jumlah terbatas.
3. Pemberian kantong darah dan produk darah.
4. Pemberian obat yang terus-menerus (kontinyu).
5. Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)
6. Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur infus.
Kontraindikasi dan Peringatan pada Pemasangan Infus Melalui Jalur Pembuluh Darah Vena
1. Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus.
2. Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, karena lokasi ini akan digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah).
3. Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki).
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi dalam pemasangan infus:
1. Hematoma, yakni darah mengumpul dalam jaringan tubuh akibat pecahnya pembuluh darah arteri vena, atau kapiler, terjadi akibat penekanan yang kurang tepat saat memasukkan jarum, atau “tusukan” berulang pada pembuluh darah.
2. Infiltrasi, yakni masuknya cairan infus ke dalam jaringan sekitar (bukan pembuluh darah), terjadi akibat ujung jarum infus melewati pembuluh darah.
3. Tromboflebitis, atau bengkak (inflamasi) pada pembuluh vena, terjadi akibat infus yang dipasang tidak dipantau secara ketat dan benar.
4. Emboli udara, yakni masuknya udara ke dalam sirkulasi darah, terjadi akibat masuknya udara yang ada dalam cairan infus ke dalam pembuluh darah.
Komplikasi yang dapat terjadi dalam pemberian cairan melalui infus:
• Rasa perih/sakit
• Reaksi alergi
Jenis Cairan Infus:
1. Cairan hipotonik:
osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam serum, dan menurunkan osmolaritas serum. Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi), sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi, misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik, juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2,5%.
1. Cairan Isotonik:
osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun). Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan), khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL), dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%).
1. Cairan hipertonik:
osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum, sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. Misalnya Dextrose 5%, NaCl 45% hipertonik, Dextrose 5%+Ringer-Lactate, Dextrose 5%+NaCl 0,9%, produk darah (darah), dan albumin.
Pembagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya:
1. Kristaloid:
bersifat isotonik, maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat, dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera. Misalnya Ringer-Laktat dan garam fisiologis.
1. Koloid:
ukuran molekulnya (biasanya protein) cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler, dan tetap berada dalam pembuluh darah, maka sifatnya hipertonik, dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. Contohnya adalah albumin dan steroid.
Senin, 08 November 2010
proposal
PROPOSAL KEGIATAN
IDUL ADHA 1431 HIJRIAH
IKM APIKES – AKBID
kerjasama FOKAMM APIKES AKBID
CITRA MEDIKA
IKATAN KELUARGA MAHASISWA (IKM)
AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN
APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA
Kampus : Jl. KH.Samanhudi 93 (Sondakan) Laweyan Surakarta
PROPOSAL KEGIATAN
I. PENDAHULUAN
Segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyusun proposal kegiatan Idul Adha 1431Hijriah.
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kami Ikatan Keluaraga Mahasiswa (IKM) Apikes – Akbid kerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Mahasiswa Muslim (FOKAMM) Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta akan mengadakan kegiatan Idul Adha 1431 Hijriah di kampus Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta, maksud dari kegiatan ini adalah agar para mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang makna dari perayaan Idul Adha, selain itu mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan tali persaudaraan dan menjalin kebersamaan antar mahasiswa.
Semoga dengan terselenggaranya acara ini kami dapat lebih meningkatkan kwalitas dan kuantitas tingkat iman dan taqwa kepada Allah SWT.
II. TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut antara lain :
1. Menambah Iman dan Taqwa kepada Allah SWT
2. Meningkatkan tali persaudaraan dan menjalin kebersamaan antar mahasiswa.
3. Mewujudkan kepedulian mahasiswa terhadap sesama.
4. Memahami dan mengerti apa pentingnya Idul Adha.
III. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama "Perayaan Idul Adha 1431 H dengan kebersamaan dan kegotong royongan" Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Apikes – Akbid kerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Mahasiswa Muslim (FOKAMM) Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta.
IV. SASARAN KEGIATAN
Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta, dan masyarakat umum yang ada disekitar kampus Apikes – Akbid Citra Medika Surakarta.
V. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Rabu, 17 November 2010
Waktu : 08.00 – Selesai
Tempat : Kampus Apikes – Akbid Citra Medika Surakarta
Jl. KH.Samanhudi 93 Sondakan, Laweyan, Surakarta
VI. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan "Perayaan Idul Adha 1431 Hijriah" yang telah kami susun, kami berharap peran aktif Bapak/Ibu sekalian dalam membantu kelancaran kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat mengantarkan kami pada keridhoan Allah SWT dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.
Hormat Kami,
Ketua Panitia
Tata Nugraha
Sekretaris
Anggityas Alfianrisa
Mengetahui,
Direktur Apikes Citra Medika Direktur Akbid Citra Medika
Tominanto, S. Kom, M.cs Siti Muliawati S.SiT, M.Kes
Menyetujui,
Ketua Yayasan Internusa
Drs. H. Singgih Purnomo, MM
ESTIMASI DANA
No Pemasukan
1. Akademik Rp 1.320.000,-
2. STAFF
a. Karyawan12 x@ 15.000,- = 180.000,-
b. Dosen 12x @20.000,- = 240.000,-
2. Mahasiswa
a. APIKES
Tingkat I 133X10.000,- =1.330.000,-
Tingkat II 64X10.000.- = 640.000,-
Tingkat III 49X10.000,- = 490.000,-
b. AKBID
Tingkat I 85X10.000,- = 850.000,-
Tingkat II 70X10.000,- = 700.000,-
Total Rp.4.430.000,-
No Pengeluaran
1. Kambing 6X Rp. 900.000,- Rp. 5.400.000,-
2. Peralatan
a. Plastik Rp 30.000,-
b. Tali kambing Rp. 22.000,-
c. Plastik alas duduk 6m @ 8.000 Rp. 48.000,-
3. Konsumsi Rp.100.000,-
4. Dokumentasi Rp. 50.000,-
5. Upah Penyembelih Rp.100.000,-
Total Rp. 5.750.000.-
SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN IDUL ADHA 1429 HIJRIAH
Penanggung Jawab : Tominanto, S. Kom, M.cs
Pembina : 1. Junaidi Edy Purwanto, S. Pd
2. Dini Arti Wijayanti, Amd. PK
Ketua Panitia : 1. Tata Nugraha
2. Tecky Afifah Santy Amartha
Sekretaris : 1. Anggityas Alfianrisa
2. Nina Pujiati
Bendahara : 1. Winarni
2. Tina Sulistyaningsih
Humas : 1. Muhammad Samsud Dhuka
2. Warsi Maryati
3. Fifin Novita Sari
4. Liana Meta
Perlengkapan : 1. Rudy Cahyo Kuncoro
2. Yoko Saputro
3. Rizqi Dewi Untariningsih
Konsumsi : 1. Sabrina Laora Martha
2. Yeni Triutami
3. Sulaikah
Dokumentasi : 1. Dian Indriaswari
2. Yesi Amelinda Wigati
Keamanan : Krispinus Nggana
Korlap : Oky Hermawan Saputra
IDUL ADHA 1431 HIJRIAH
IKM APIKES – AKBID
kerjasama FOKAMM APIKES AKBID
CITRA MEDIKA
IKATAN KELUARGA MAHASISWA (IKM)
AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN
APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA
Kampus : Jl. KH.Samanhudi 93 (Sondakan) Laweyan Surakarta
PROPOSAL KEGIATAN
I. PENDAHULUAN
Segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyusun proposal kegiatan Idul Adha 1431Hijriah.
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kami Ikatan Keluaraga Mahasiswa (IKM) Apikes – Akbid kerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Mahasiswa Muslim (FOKAMM) Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta akan mengadakan kegiatan Idul Adha 1431 Hijriah di kampus Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta, maksud dari kegiatan ini adalah agar para mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang makna dari perayaan Idul Adha, selain itu mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan tali persaudaraan dan menjalin kebersamaan antar mahasiswa.
Semoga dengan terselenggaranya acara ini kami dapat lebih meningkatkan kwalitas dan kuantitas tingkat iman dan taqwa kepada Allah SWT.
II. TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut antara lain :
1. Menambah Iman dan Taqwa kepada Allah SWT
2. Meningkatkan tali persaudaraan dan menjalin kebersamaan antar mahasiswa.
3. Mewujudkan kepedulian mahasiswa terhadap sesama.
4. Memahami dan mengerti apa pentingnya Idul Adha.
III. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama "Perayaan Idul Adha 1431 H dengan kebersamaan dan kegotong royongan" Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Apikes – Akbid kerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Mahasiswa Muslim (FOKAMM) Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta.
IV. SASARAN KEGIATAN
Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta, dan masyarakat umum yang ada disekitar kampus Apikes – Akbid Citra Medika Surakarta.
V. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Rabu, 17 November 2010
Waktu : 08.00 – Selesai
Tempat : Kampus Apikes – Akbid Citra Medika Surakarta
Jl. KH.Samanhudi 93 Sondakan, Laweyan, Surakarta
VI. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan "Perayaan Idul Adha 1431 Hijriah" yang telah kami susun, kami berharap peran aktif Bapak/Ibu sekalian dalam membantu kelancaran kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat mengantarkan kami pada keridhoan Allah SWT dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.
Hormat Kami,
Ketua Panitia
Tata Nugraha
Sekretaris
Anggityas Alfianrisa
Mengetahui,
Direktur Apikes Citra Medika Direktur Akbid Citra Medika
Tominanto, S. Kom, M.cs Siti Muliawati S.SiT, M.Kes
Menyetujui,
Ketua Yayasan Internusa
Drs. H. Singgih Purnomo, MM
ESTIMASI DANA
No Pemasukan
1. Akademik Rp 1.320.000,-
2. STAFF
a. Karyawan12 x@ 15.000,- = 180.000,-
b. Dosen 12x @20.000,- = 240.000,-
2. Mahasiswa
a. APIKES
Tingkat I 133X10.000,- =1.330.000,-
Tingkat II 64X10.000.- = 640.000,-
Tingkat III 49X10.000,- = 490.000,-
b. AKBID
Tingkat I 85X10.000,- = 850.000,-
Tingkat II 70X10.000,- = 700.000,-
Total Rp.4.430.000,-
No Pengeluaran
1. Kambing 6X Rp. 900.000,- Rp. 5.400.000,-
2. Peralatan
a. Plastik Rp 30.000,-
b. Tali kambing Rp. 22.000,-
c. Plastik alas duduk 6m @ 8.000 Rp. 48.000,-
3. Konsumsi Rp.100.000,-
4. Dokumentasi Rp. 50.000,-
5. Upah Penyembelih Rp.100.000,-
Total Rp. 5.750.000.-
SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN IDUL ADHA 1429 HIJRIAH
Penanggung Jawab : Tominanto, S. Kom, M.cs
Pembina : 1. Junaidi Edy Purwanto, S. Pd
2. Dini Arti Wijayanti, Amd. PK
Ketua Panitia : 1. Tata Nugraha
2. Tecky Afifah Santy Amartha
Sekretaris : 1. Anggityas Alfianrisa
2. Nina Pujiati
Bendahara : 1. Winarni
2. Tina Sulistyaningsih
Humas : 1. Muhammad Samsud Dhuka
2. Warsi Maryati
3. Fifin Novita Sari
4. Liana Meta
Perlengkapan : 1. Rudy Cahyo Kuncoro
2. Yoko Saputro
3. Rizqi Dewi Untariningsih
Konsumsi : 1. Sabrina Laora Martha
2. Yeni Triutami
3. Sulaikah
Dokumentasi : 1. Dian Indriaswari
2. Yesi Amelinda Wigati
Keamanan : Krispinus Nggana
Korlap : Oky Hermawan Saputra
makalah biokimia (karbohidrat)
1.1 Latar Belakang
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Dimana energi sangat dibutuhkan manusia untuk menjalani berbagai aktifitas. Karena setiap aktifitas memerlukan energi. Sumber utama karbohidrat adalah tanamanan, yang melaui fotosintesis.
Didalam tubuh kita karbohidrat akan mengalami berbagai reaksi kimia. Karbohidrat itu sendiri terdiri dari monosakarida, oligisakarida, disakarida dan polisakarida. Dimana memiliki peran dan fungsi yang berbeda.
Karbohidrat memang sumber utama manusi untuk mendapat kan energi, akan tetapi sebaiknya dapat dikomsumsi sesuai takaran. Karena apabila kelebihan mengonsumsi karbohidrat, dalan reaksi ditubuh kita karbohidrat yang berlebih akan dirubah menjadi lemak.
Karenanya terasa penting bagi kita untuk mengetahui, berbagai reaksi yg terjadi di dalam tubuh kita, manfaat maupun dampak dari mengonsumsi karbohidrat. Serta kita akan mengetau pengelompokan atau contoh-contoh dari karbohidrat itu sendiri.
1.2 Batasan Masalah
Mengingat banyaknya masalah yang menyebabkan sukarnya membuat laporan, penulis membatasi diri dengan hanya menggambil beberapa sub bahasan saja. Adapun sub bahasan yang dikaji dalam laporan ini sebagai berikut :
1. Pengertian Karbohidrat
2. Klasifikasi Karbohidrat
3. Struktur Kimia Karbohidrat
4. Pereaksi Untuk Mengidentifikasi Karbohidrat
5. Contoh-contoh Karbohidrat
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian karbohidrat?
2. Karbohidrat dapat diklasifikasikan menjadi berapa bagian?
3. Bagaimana struktur kimia karbohidrat?
4. Pereaksi apa yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat?
5. Apa saja contoh-contoh karbohidrat
1.4 Tujuan
Tujuan umum laporan ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang telah dipaparkan pada rumusan masalah di atas. Adapun khususnya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian karbohidrat.
2. Agar dapat meklasifikasikan karbohidrat.
3. Untuk mengetahui struktur kimia karbohidrat.
4. Untuk mengetahui pereaksi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbonhidrat.
5. Untuk mengetahui berbagai contoh karbohidrat.
1.4 Manfaat
Secara teoritis, manfaat dari laporan ini secara umum adalah dapat meningkatkan pengetahuahan mahasiswa dan dapat menambah wawasan bagi penulis dalam bidang karbohidrat, pada khususnya.
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Dimana energi sangat dibutuhkan manusia untuk menjalani berbagai aktifitas. Karena setiap aktifitas memerlukan energi. Sumber utama karbohidrat adalah tanamanan, yang melaui fotosintesis.
Didalam tubuh kita karbohidrat akan mengalami berbagai reaksi kimia. Karbohidrat itu sendiri terdiri dari monosakarida, oligisakarida, disakarida dan polisakarida. Dimana memiliki peran dan fungsi yang berbeda.
Karbohidrat memang sumber utama manusi untuk mendapat kan energi, akan tetapi sebaiknya dapat dikomsumsi sesuai takaran. Karena apabila kelebihan mengonsumsi karbohidrat, dalan reaksi ditubuh kita karbohidrat yang berlebih akan dirubah menjadi lemak.
Karenanya terasa penting bagi kita untuk mengetahui, berbagai reaksi yg terjadi di dalam tubuh kita, manfaat maupun dampak dari mengonsumsi karbohidrat. Serta kita akan mengetau pengelompokan atau contoh-contoh dari karbohidrat itu sendiri.
1.2 Batasan Masalah
Mengingat banyaknya masalah yang menyebabkan sukarnya membuat laporan, penulis membatasi diri dengan hanya menggambil beberapa sub bahasan saja. Adapun sub bahasan yang dikaji dalam laporan ini sebagai berikut :
1. Pengertian Karbohidrat
2. Klasifikasi Karbohidrat
3. Struktur Kimia Karbohidrat
4. Pereaksi Untuk Mengidentifikasi Karbohidrat
5. Contoh-contoh Karbohidrat
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian karbohidrat?
2. Karbohidrat dapat diklasifikasikan menjadi berapa bagian?
3. Bagaimana struktur kimia karbohidrat?
4. Pereaksi apa yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat?
5. Apa saja contoh-contoh karbohidrat
1.4 Tujuan
Tujuan umum laporan ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang telah dipaparkan pada rumusan masalah di atas. Adapun khususnya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian karbohidrat.
2. Agar dapat meklasifikasikan karbohidrat.
3. Untuk mengetahui struktur kimia karbohidrat.
4. Untuk mengetahui pereaksi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbonhidrat.
5. Untuk mengetahui berbagai contoh karbohidrat.
1.4 Manfaat
Secara teoritis, manfaat dari laporan ini secara umum adalah dapat meningkatkan pengetahuahan mahasiswa dan dapat menambah wawasan bagi penulis dalam bidang karbohidrat, pada khususnya.
Kamis, 21 Oktober 2010
semangat membaca
Ketika kamu-kamu dah mulai malas membaca hal pertama menurut aku yang harus kamu lakuin adalah...
1. Perbanyaklah komunikasi dengan orang-orang pinter>>> maksudnya kamu akan termotivasi untuk bertanya ato menjawab komunikasi tersebut, nah berhubung pengetauanmu masih cetek, kamu akan termotivasi untuk membaca pastinya gak mo ketinggalan ma informasi-informasi penting yang udah di sampain sama Si orang pinter ini tadi kan?
2. Bacalah apa aja yang yang jelas gak porno ato negatif, misal yang pendek-pendek aja, kayak nama jalan misalnya, trus plat nomor kendaraan, emmm nama toko-toko ntah toko apa yang penting baca, baca judul bukunya aja kalo emang males baca isinya, baca papan-papan nama perusahaan, baca baliho-baliho yang tulisaanya gedhe2 itu, nah aku rasa cukup deh buat melatih baca kamu...semuanya mulai aja dari hal-hal kecil...nantinya pasti akan terbiasa, nah nanti kalo udah terbiasa sering baca-baca, apalagi yang bermanfaat, insya'alloh kamu akan senang membaca...walaupun bacaan itu setebel bukunya dokter...kamu akan terus membaca, karena udah terbiasa, coba deh buktiin :)
3. Anggaplah membaca itu sebagai kewajiban yang harus dipenuhi! atur jadwal membaca setiap harinya, gak peduli cuma sepuluh menit, limabelas menit, atau lebih juga malah lebih baik....baca buku apa aja...yang penting bisa nambah pengetauanmu...kalo males baca yang berat-berat ya yang ringan-ringan aja...misalnya koran hari ini, majalah-majalah, atau yang masih menempuh belajar, ya buku-buku pelajaran yang kamu sukai dulu yang di utamakan, misal pelajaran bahasa indonesia, inggris kek...atau apa gitu yang penting bisa buat kamu tau....banyak ilmu kan semakin tinggi juga derajat kita...ya gak??? :)
4. Apalagi ya yang bikin kita gak males baca? emmmmm mungkin disambi makan ato ngemil kali, trus di sambi dengerin musik...tapi jangan musik yang nge-ROCK!! ntar malah gak masuk otak tapi sendal tetangga yang masuk jendela rumah kita...wkwkwkwkwkwkwkw yang jelas semangat untuk maju harus terus di asah...mulai lah dari hal-hal kecil....oke brooo...mungkin ada yang bisa nambahin oret-oretanku....silahkan gak bayar....hehehehe
SEMANGAT @@@!!! ^^
Rabu, 20 Oktober 2010
Teori Ela Joy Lehrman Dan Morten
Teori Ela Joy Lehrman Dan Morten
Teori ini mengharapkan bidan dapat melhat semua aspek dalam memberikan asuhan pada ibu hamil dan bersalin, Lehrman dan Morten mengemukakan delapan konsep penting dalam pelayanan antenatal:
a. Asuahan kebidanan yang berkesinambungan
b. Keluarga sebagai pusat kebidanan
c. Pendidikan dan konseling merupakan sebagian dari asuhan
d. Tidak ada intervensi dalam asuhan kebidanan
e. Keterlibatan dalam asuhan kebidanan
f. Advokasi dari pelayanan kebidanan
g. Waktu
Morten (1991) menambahkan tiga macam dari teori lehrman.
a. Teknik teurapetik
Proses komunikasi sangat bermanfaat dalam proses perkembangan dan penyembuhan, misalnya:
· Mendengar aktif
· Mengkaji
· Klasifikasi
· Humor
· Sikap yang tidak menuduh
· Pengakuan
· Fasilitasi
· Pemberian izin
b. Pemberdayaan
Suatu proses memberi kekuasaan dan kekuatan, bidan melalui penampilan dan pendekatannya akan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengkoreksi, memvalidasi, menilai dan member dukungan.
c. Hubungan dengan sesama (rateral relationship)
Menjalin hubungan yang baik dengan pasien, bersikap terbuka, sejalan dengan pasien, sehingga bidan dan pasien terlihat akrab. Misalnya sifat empati dan membagi pengalaman.
cerita sedih seorang ayah
25 tahun yang lalu,Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami
ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam
tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa
sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa d! an salam
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur
karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku
sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku..
Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.
22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan
keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya
momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia
bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi
baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah,
mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak
dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus
bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak
mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk
memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin,
suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang
berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke
kursi la! lu dari kursi ke lantai kemudian berteriak
'Horeee, Iya bisa terbang'. Begitulah dia
memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu
merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak
jarang berteriak, 'Iya sayaaang,' jika sudah
terdengar suara 'Prang'. Itu artinya, ada yang
pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca..
Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat
dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya
terpental. Dan dia cuma bilang 'Kenapa semua kaca di
rumah ini selalu pecah, Ma?'
18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal
dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin
lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak
membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi
jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya.
'Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain
bola!' tapi aku tidak suka dia menangis terus minta
bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku
bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang
sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola
itu. 'Horee, Iya jadi pemain bola.'
17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan.
Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak
akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak
tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku
tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari
sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola
sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah
jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku
mengalahkan kehati-hatianku dan 'Iyaaaa'. Sebuah
truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya
berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku
sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang
kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku
bekerja sementara
pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah
konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata
'Coba kalau kamu tak belikan ia bola!'
15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang
pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan
menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya
mulai banyak dibe! ntak. Aku hanya bisa membelainya. Dan
bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat
marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku
tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar
negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk
mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan
dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia
memang pergi ke Malaysia .
13 tahun yang lalu,
Setahun sejak keper! gian Kania, keuangan rumahku sedikit
membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar
kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk
SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya.
Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa
melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan
pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku
miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh
remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi
keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku
harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup
tegar.
10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.
Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu
sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan
hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.
'Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.' Mungkin
itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar
dia tidak marah walau tak urung menangis juga.
'Sabar ya, Nak!' hiburku.
'Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak
diganggu!' pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku
maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam
hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari
kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah
semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak
pernah menunjukkan
kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di
bangku SMP.!
7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku,
kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar
kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika
aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang
membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi
TKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di sini
yang cuma lulusan SMP.. Haruskah aku melepasnya karena
alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai
habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan
rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah
itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha
kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak
kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku
baik-baik saja.
4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat ! mengirimi aku uang. Hampir tiga
tahun dia di sana . Dia bekerja sebagai seorang pelayan di
rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan
laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan
sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu
adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah
ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.
Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca
dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu
hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa
salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat
tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti
setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin
untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih
pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.
3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian
pemerintahan Malaysia , kabarnya anakku ditahan. Dan dia
diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami
majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis,
aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta
bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari
maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku
selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku
hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia
memang bersalah.
2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah.
Dan dia harus menjalani ! hukuman gantung sebagai
balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis
sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya
tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah
keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.
Wahai Allah kuatkan aku.
Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia .
Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya.
Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak.
Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada.. Aku
masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke
arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
'Bapak, Iya Takut!' aku memeluknya lebih erat
lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.
'Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?'
'Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya
tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia
jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan
, Pak!' Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib
anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa
apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku
dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat.
Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku,
tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di
Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita
itu.
2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan
hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah
datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.
Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana . Petugas itu
membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass'
Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis.
Setelah yakin suda! h mati, jenazah anakku diturunkan
mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.
Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku
mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air
mata aku melihat garis wajah yang kukenal.
'Kania?'
'Mas Har, kau ... !'
'Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!'
'Iya? Dia..dia . Iya?' serunya getir menunjuk
jenazah anakku.
'Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola
jika sudah besar.'
'Tidak ... tidaaak ... ' Kania berlari ke arah
jenazah anakku. Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit
histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan
secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia
diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya 'Terima kasih
Mama.' Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah
tahu wanita itu ibunya.
Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku.
Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir
kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan
di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang
mengantarkan
jenazahnya padaku, dia sering berteriak, 'Iya
sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.' Kamu tahu Kania,
kali ini yang pecah adalah hatiku.
teori orem
2.6. Teori Orem
Ada tiga yang terkait di dalamnya:
1. Self care teori
2. Self care dafisit teori
3. Nursing system teori
Self care teori adalah
· Konstribusi yang terus menerus dari seorang dewasa terhadap kelanjutan aksistensi kesehatan dan kesejahteraan.
· Individu pribadi yang memperkasai dan melakukan sendiri aktifitas yang di perlukan untuk mempertahankan kehidupan kesehatan dan kesejahteraan.
Self care agent adalah orang yang dapat memenuhi kebutuhan self dependent care agent ada bayi, anak, orang tidak sadar atau sakit berat, termasuk perawat dan keluarga.
Menurut orem kebutuhan self care di bagi tiga keterangan
1. Universal self care (kebutuhan manusia tidur atas)
· Pemeliharaan kebutuhan udara
· Pemeliharaan kebutuhan makanan
· Penerapan dengan proses eliminasi
· Pemeliharaan keseimbangan aktifitas dan istirahat
· Keseimbangan antara kesendirian dan interaksi sosial
· Pemeliharaan dari yang membahayakan
· Peningkatan fungsi dan pengembangan manusia dalam kelompok sosial.
2. Dimana kebutuhan timbul menurut tahap perkembangan (siklus kehadapan)
3. Health deviation self care
Kebutuhan ini muncul akibat kesehatan tergangu sehingga juga berakibat perubahan dalam sifat self care
Self care deficit merupakn inti dari Orem General Theory Of nursing menggambarakan kapan keperawatan di perlukan self care deficit merupakan kriteria untuk mengidentisfikasi perlu tidaknya seorang akan asuhan keperawatan.
Tujuan untuk memenuhi kebutuhan self care dapat dicapai dengan :
1. Menurunkan kebutuhan self care
2. Meningkatkan kemampuan pasien
3. Memperbolehkan keluarga atau orang lain untuk memberikan dependent care
4. Bila semua yang di atas tidak bias di laksanakan maka perawat akan melaksanakannya.
Lima metode bantuan untuk memenuhi kebutuhan self care:
1. Berperan melakukan
2. Mengajak atau menyuluh
3. Membimbing
4. Mendukung
5. Menciptakn lingkungan yang dapat menunjang tunjangan untuk dapat melaksanakan bantuan kepada orang sakit dan aspek yang perlu di perhatikan:
· Menjalin hubungan yang baik dengan pasien, keluaraga sampai pasien dapat melepaskan diri atau melaksanakan sendiri
· Menentukan bantuan yang di butuhkan pasien dalam memenuhi kebutuhan
· Memberikan bantuan langsung bersama pasien atau keluarga, orang lain yang akan melakukan asuhan sesuai kebutuhan pasien
· Merencanakan bantuan langsung bersama pasien, keluarga atau orang lain yang akan melakukan asuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)