Senin, 08 November 2010

cairan intravena

Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.
Secara umum, keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah:
1. Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
2. Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
3. Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
4. “Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi)
5. Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)
6. Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)
7. Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
Indikasi pemberian obat melalui jalur intravena antara lain:
1. Pada seseorang dengan penyakit berat, pemberian obat melalui intravena langsung masuk ke dalam jalur peredaran darah. Misalnya pada kasus infeksi bakteri dalam peredaran darah (sepsis). Sehingga memberikan keuntungan lebih dibandingkan memberikan obat oral. Namun sering terjadi, meskipun pemberian antibiotika intravena hanya diindikasikan pada infeksi serius, rumah sakit memberikan antibiotika jenis ini tanpa melihat derajat infeksi. Antibiotika oral (dimakan biasa melalui mulut) pada kebanyakan pasien dirawat di RS dengan infeksi bakteri, sama efektifnya dengan antibiotika intravena, dan lebih menguntungkan dari segi kemudahan administrasi RS, biaya perawatan, dan lamanya perawatan.
2. Obat tersebut memiliki bioavailabilitas oral (efektivitas dalam darah jika dimasukkan melalui mulut) yang terbatas. Atau hanya tersedia dalam sediaan intravena (sebagai obat suntik). Misalnya antibiotika golongan aminoglikosida yang susunan kimiawinya “polications” dan sangat polar, sehingga tidak dapat diserap melalui jalur gastrointestinal (di usus hingga sampai masuk ke dalam darah). Maka harus dimasukkan ke dalam pembuluh darah langsung.
3. Pasien tidak dapat minum obat karena muntah, atau memang tidak dapat menelan obat (ada sumbatan di saluran cerna atas). Pada keadaan seperti ini, perlu dipertimbangkan pemberian melalui jalur lain seperti rektal (anus), sublingual (di bawah lidah), subkutan (di bawah kulit), dan intramuskular (disuntikkan di otot).
4. Kesadaran menurun dan berisiko terjadi aspirasi (tersedak—obat masuk ke pernapasan), sehingga pemberian melalui jalur lain dipertimbangkan.
5. Kadar puncak obat dalam darah perlu segera dicapai, sehingga diberikan melalui injeksi bolus (suntikan langsung ke pembuluh balik/vena). Peningkatan cepat konsentrasi obat dalam darah tercapai. Misalnya pada orang yang mengalami hipoglikemia berat dan mengancam nyawa, pada penderita diabetes mellitus. Alasan ini juga sering digunakan untuk pemberian antibiotika melalui infus/suntikan, namun perlu diingat bahwa banyak antibiotika memiliki bioavalaibilitas oral yang baik, dan mampu mencapai kadar adekuat dalam darah untuk membunuh bakteri.
Indikasi Pemasangan Infus melalui Jalur Pembuluh Darah Vena (Peripheral Venous Cannulation)
1. Pemberian cairan intravena (intravenous fluids).
2. Pemberian nutrisi parenteral (langsung masuk ke dalam darah) dalam jumlah terbatas.
3. Pemberian kantong darah dan produk darah.
4. Pemberian obat yang terus-menerus (kontinyu).
5. Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)
6. Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur infus.
Kontraindikasi dan Peringatan pada Pemasangan Infus Melalui Jalur Pembuluh Darah Vena
1. Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus.
2. Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, karena lokasi ini akan digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah).
3. Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki).
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi dalam pemasangan infus:
1. Hematoma, yakni darah mengumpul dalam jaringan tubuh akibat pecahnya pembuluh darah arteri vena, atau kapiler, terjadi akibat penekanan yang kurang tepat saat memasukkan jarum, atau “tusukan” berulang pada pembuluh darah.
2. Infiltrasi, yakni masuknya cairan infus ke dalam jaringan sekitar (bukan pembuluh darah), terjadi akibat ujung jarum infus melewati pembuluh darah.
3. Tromboflebitis, atau bengkak (inflamasi) pada pembuluh vena, terjadi akibat infus yang dipasang tidak dipantau secara ketat dan benar.
4. Emboli udara, yakni masuknya udara ke dalam sirkulasi darah, terjadi akibat masuknya udara yang ada dalam cairan infus ke dalam pembuluh darah.
Komplikasi yang dapat terjadi dalam pemberian cairan melalui infus:
• Rasa perih/sakit
• Reaksi alergi
Jenis Cairan Infus:
1. Cairan hipotonik:
osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam serum, dan menurunkan osmolaritas serum. Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi), sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi, misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik, juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2,5%.
1. Cairan Isotonik:
osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun). Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan), khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL), dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%).
1. Cairan hipertonik:
osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum, sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. Misalnya Dextrose 5%, NaCl 45% hipertonik, Dextrose 5%+Ringer-Lactate, Dextrose 5%+NaCl 0,9%, produk darah (darah), dan albumin.
Pembagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya:
1. Kristaloid:
bersifat isotonik, maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat, dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera. Misalnya Ringer-Laktat dan garam fisiologis.
1. Koloid:
ukuran molekulnya (biasanya protein) cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler, dan tetap berada dalam pembuluh darah, maka sifatnya hipertonik, dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. Contohnya adalah albumin dan steroid.

proposal

PROPOSAL KEGIATAN
IDUL ADHA 1431 HIJRIAH
IKM APIKES – AKBID
kerjasama FOKAMM APIKES AKBID
CITRA MEDIKA













IKATAN KELUARGA MAHASISWA (IKM)
AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN
APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA

Kampus : Jl. KH.Samanhudi 93 (Sondakan) Laweyan Surakarta
PROPOSAL KEGIATAN

I. PENDAHULUAN
Segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyusun proposal kegiatan Idul Adha 1431Hijriah.
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kami Ikatan Keluaraga Mahasiswa (IKM) Apikes – Akbid kerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Mahasiswa Muslim (FOKAMM) Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta akan mengadakan kegiatan Idul Adha 1431 Hijriah di kampus Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta, maksud dari kegiatan ini adalah agar para mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang makna dari perayaan Idul Adha, selain itu mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan tali persaudaraan dan menjalin kebersamaan antar mahasiswa.
Semoga dengan terselenggaranya acara ini kami dapat lebih meningkatkan kwalitas dan kuantitas tingkat iman dan taqwa kepada Allah SWT.

II. TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut antara lain :
1. Menambah Iman dan Taqwa kepada Allah SWT
2. Meningkatkan tali persaudaraan dan menjalin kebersamaan antar mahasiswa.
3. Mewujudkan kepedulian mahasiswa terhadap sesama.
4. Memahami dan mengerti apa pentingnya Idul Adha.

III. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama "Perayaan Idul Adha 1431 H dengan kebersamaan dan kegotong royongan" Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Apikes – Akbid kerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Mahasiswa Muslim (FOKAMM) Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta.

IV. SASARAN KEGIATAN
Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa Apikes - Akbid Citra Medika Surakarta, dan masyarakat umum yang ada disekitar kampus Apikes – Akbid Citra Medika Surakarta.

V. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Rabu, 17 November 2010
Waktu : 08.00 – Selesai
Tempat : Kampus Apikes – Akbid Citra Medika Surakarta
Jl. KH.Samanhudi 93 Sondakan, Laweyan, Surakarta
















VI. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan "Perayaan Idul Adha 1431 Hijriah" yang telah kami susun, kami berharap peran aktif Bapak/Ibu sekalian dalam membantu kelancaran kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat mengantarkan kami pada keridhoan Allah SWT dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.

Hormat Kami,

Ketua Panitia


Tata Nugraha

Sekretaris


Anggityas Alfianrisa


Mengetahui,
Direktur Apikes Citra Medika Direktur Akbid Citra Medika


Tominanto, S. Kom, M.cs Siti Muliawati S.SiT, M.Kes


Menyetujui,
Ketua Yayasan Internusa



Drs. H. Singgih Purnomo, MM


ESTIMASI DANA


No Pemasukan
1. Akademik Rp 1.320.000,-
2. STAFF
a. Karyawan12 x@ 15.000,- = 180.000,-
b. Dosen 12x @20.000,- = 240.000,-
2. Mahasiswa
a. APIKES
 Tingkat I 133X10.000,- =1.330.000,-
 Tingkat II 64X10.000.- = 640.000,-
 Tingkat III 49X10.000,- = 490.000,-
b. AKBID
 Tingkat I 85X10.000,- = 850.000,-
 Tingkat II 70X10.000,- = 700.000,-
Total Rp.4.430.000,-

No Pengeluaran
1. Kambing 6X Rp. 900.000,- Rp. 5.400.000,-
2. Peralatan
a. Plastik Rp 30.000,-
b. Tali kambing Rp. 22.000,-
c. Plastik alas duduk 6m @ 8.000 Rp. 48.000,-
3. Konsumsi Rp.100.000,-
4. Dokumentasi Rp. 50.000,-
5. Upah Penyembelih Rp.100.000,-
Total Rp. 5.750.000.-










SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN IDUL ADHA 1429 HIJRIAH


Penanggung Jawab : Tominanto, S. Kom, M.cs
Pembina : 1. Junaidi Edy Purwanto, S. Pd
2. Dini Arti Wijayanti, Amd. PK
Ketua Panitia : 1. Tata Nugraha
2. Tecky Afifah Santy Amartha
Sekretaris : 1. Anggityas Alfianrisa
2. Nina Pujiati
Bendahara : 1. Winarni
2. Tina Sulistyaningsih
Humas : 1. Muhammad Samsud Dhuka
2. Warsi Maryati
3. Fifin Novita Sari
4. Liana Meta
Perlengkapan : 1. Rudy Cahyo Kuncoro
2. Yoko Saputro
3. Rizqi Dewi Untariningsih
Konsumsi : 1. Sabrina Laora Martha
2. Yeni Triutami
3. Sulaikah
Dokumentasi : 1. Dian Indriaswari
2. Yesi Amelinda Wigati
Keamanan : Krispinus Nggana
Korlap : Oky Hermawan Saputra

makalah biokimia (karbohidrat)

1.1 Latar Belakang
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Dimana energi sangat dibutuhkan manusia untuk menjalani berbagai aktifitas. Karena setiap aktifitas memerlukan energi. Sumber utama karbohidrat adalah tanamanan, yang melaui fotosintesis.
Didalam tubuh kita karbohidrat akan mengalami berbagai reaksi kimia. Karbohidrat itu sendiri terdiri dari monosakarida, oligisakarida, disakarida dan polisakarida. Dimana memiliki peran dan fungsi yang berbeda.
Karbohidrat memang sumber utama manusi untuk mendapat kan energi, akan tetapi sebaiknya dapat dikomsumsi sesuai takaran. Karena apabila kelebihan mengonsumsi karbohidrat, dalan reaksi ditubuh kita karbohidrat yang berlebih akan dirubah menjadi lemak.
Karenanya terasa penting bagi kita untuk mengetahui, berbagai reaksi yg terjadi di dalam tubuh kita, manfaat maupun dampak dari mengonsumsi karbohidrat. Serta kita akan mengetau pengelompokan atau contoh-contoh dari karbohidrat itu sendiri.

1.2 Batasan Masalah
Mengingat banyaknya masalah yang menyebabkan sukarnya membuat laporan, penulis membatasi diri dengan hanya menggambil beberapa sub bahasan saja. Adapun sub bahasan yang dikaji dalam laporan ini sebagai berikut :
1. Pengertian Karbohidrat
2. Klasifikasi Karbohidrat
3. Struktur Kimia Karbohidrat
4. Pereaksi Untuk Mengidentifikasi Karbohidrat
5. Contoh-contoh Karbohidrat
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian karbohidrat?
2. Karbohidrat dapat diklasifikasikan menjadi berapa bagian?
3. Bagaimana struktur kimia karbohidrat?
4. Pereaksi apa yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat?
5. Apa saja contoh-contoh karbohidrat
1.4 Tujuan
Tujuan umum laporan ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang telah dipaparkan pada rumusan masalah di atas. Adapun khususnya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian karbohidrat.
2. Agar dapat meklasifikasikan karbohidrat.
3. Untuk mengetahui struktur kimia karbohidrat.
4. Untuk mengetahui pereaksi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbonhidrat.
5. Untuk mengetahui berbagai contoh karbohidrat.
1.4 Manfaat
Secara teoritis, manfaat dari laporan ini secara umum adalah dapat meningkatkan pengetahuahan mahasiswa dan dapat menambah wawasan bagi penulis dalam bidang karbohidrat, pada khususnya.